Prodi Sarjana Terapan P2HP kembali mempersiapkan tim terbaiknya untuk bersaing dalam ajang Agricultural Innovation and Technology Competition (AITeC) VII tahun 2025 di Jember. Mengusung tema besar “Sinergi Inovasi Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Ketahanan Pangan Nusantara”, tiga tim dari jurusan perikanan akan unjuk kebolehan dalam berbagai kategori lomba, mulai dari teknik fillet ikan, pembuatan bakso ikan, hingga penyuluhan perikanan.
Persiapan menuju AITeC VII yang akan digelar pada tahun 2025 telah memasuki tahap intensif. Kompetisi bergengsi di bidang pertanian dan teknologi ini menjadi ajang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuannya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.
Polnustar yang dikenal dengan kekuatan di bidang perikanan dan kebaharian, mengirimkan mahasiswa-mahasiswa berprestasinya untuk tiga kategori berbeda. Pada Kategori Lomba Teknik Fillet Ikan, P2HP diwakili oleh tiga mahasiswa andalan: Oktryanus Lumiuhe, Oktafin Rakinaung, dan Gnadine Janis. Keahlian mereka dalam presisi, kecepatan, dan efisiensi mengolah ikan akan diuji di bawah penilaian ahli. Salah satu juri pada kategori ini adalah Bapak Obyn I. Pumpente, S.Pi., M.Si, seorang dosen dan praktisi dari Politeknik Negeri Nusa Utara, yang diharapkan dapat memberikan penilaian berstandar nasional.
Sementara itu, di Kategori Teknik Pembuatan Bakso Ikan, Gita Horman akan membawa nama Polnustar dengan inovasinya dalam menciptakan bakso ikan yang tidak hanya lezat tetapi juga bernilai gizi tinggi dan memanfaatkan potensi lokal. Kreativitas dalam pemilihan bahan, tekstur, dan cita rasa akan menjadi kunci penilaian.
Tak kalah penting, Kategori Penyuluhan Perikanan akan menampilkan duet Katerina Taaropetan dan Gnadine Janis. Dalam kategori ini, mereka ditantang untuk merancang program penyuluhan yang efektif, komunikatif, dan mengedukasi masyarakat tentang praktik perikanan yang berkelanjutan, dengan tetap menyelaraskan inovasi teknologi dan kearifan lokal Nusantara.
Persiapan kami lakukan dengan sangat serius. Mulai dari latihan teknik secara rutin, penelitian kecil untuk inovasi produk, hingga simulasi presentasi untuk kategori penyuluhan. Tema tahun ini sangat relevan dengan visi Polije, dan kami yakin bisa memberikan yang terbaik,” ujar salah satu perwakilan peserta.
Dukungan dari para dosen pembimbing juga mengalir penuh untuk memastikan tim Polnustar berada dalam kondisi puncak saat berlaga. Mereka berharap, keikutsertaan dalam AITeC VII tidak hanya tentang memperebutkan gelar juara, tetapi juga sebagai wadah untuk belajar, bertukar ide, dan membangun jaringan dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi tinggi, tim Politeknik Negeri Nusa Utara siap menghadapi persaingan di AITeC VII 2025. Keberhasilan mereka di ajang ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemecahan masalah ketahanan pangan Indonesia sekaligus meneguhkan reputasi Polije sebagai institusi vokasi yang unggul di bidang pertanian dan kelautan.









Leave a Comment