(Enemawira, 11 Juni 2025) – Mengakhiri pengabdian 4 bulan penuh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN–T), Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan (Program Sarjana Terapan) Politeknik Negeri Nusa Utara (POLNUSTAR) menarik diri dari lokasi KKN-T dengan meninggalkan warisan nyata. Kegiatan ini menjadi bukti konkret implementasi #POLNUSTARBerdampak melalui program berbasis inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Tabukan Utara, khususnya Kampung Petta Induk, Petta Barat, Petta Timur, dan Naha 1.
Di bawah payung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek), mahasiswa POLNUSTAR menjawab tantangan penguatan ekonomi maritim dengan:
Transfer Teknologi Olahan Ikan
Pelatihan produksi Sambal Roa Kenari, Amplang Ikan, Bakso Ikan, Nugget Ikan, dan Dimsum Ikan berbahan baku lokalperikanan Sangihe
Program Holistik Berkelanjutan, seperti edukasi penanganan ikan segar untuk nelayan dan pedagang, Gerakan “Gemar Anak Ikan” di SD untuk literasi gizi sejak dini, Bimtek Pemanfaatan Limbah Ikan menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selaitu itu, mahasiswa KKN-T juga melakukan kampanye pengelolaan sampah plastik pdi wilayah pesisir.
Camat Tabukan Utara Alser E. Malanguna, S.IP, menegaskan dampak langsung program: “Kehadiran mahasiswa POLNUSTAR adalah contoh nyata #POLNUSTARBerdampak! Teknologi pengolahan ikan seperti sambal roa dan amplang berpotensi menjadi produk unggulan bagi kampung. Edukasi ke nelayan dan anak SD juga mengubah pola pikir masyarakat. Kami melihat sendiri bagaimana mahasiswa POLNUSTAR memberikan dampak, membawa solusi, bukan sekadar teori. Semoga kolaborasi ini dapat berlanjut!”
Direktur POLNUSTAR Ferdinand Gansalangi, S.K.M., ME., M.Kes. dalam sambutan penarikan menekankan keselarasan program dengan slogan #Diktisaintekberdampak: “KKN–T ini adalah bukti pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung, sejalan dengan semangat #DiktisaintekBerdampak. Mahasiswa tak hanya menerapkan ilmu terapan, tapi juga menginspirasi kemandirian ekonomi melalui olahan ikan, pengelolaan limbah, dan gerakan ‘Gemar Anak Ikan’.
POLNUSTARBerdampak artinya menciptakan lulusan yang menjadi agen perubahan dan pembawa solusi dimasyarakat. Teruslah jadi agen perubahan, karena inovasi kalian hari ini adalah fondasi kemandirian masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe masa depan.”
Keberhasilan KKN–T ini merefleksikan komitmen Diktisaintek dan POLNUSTAR dalam menghadirkan solusi terukur bagi pembangunan daerah. Produk olahan ikan yang dapat menjadi produk unggulan kampung, peningkatan keterampilan pengelolaan sumber daya kebaharian, dan kesadaran lingkungan yang menguat menjadi indikator nyata: POLNUSTAR tak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tapi juga penggerak perubahan berkelanjutan.









Leave a Comment