Penyuluhan Remaja Inspiratif dalam Program Matching Fund “AKSI GERAK” di SMA Negeri 1 Tabukan Utara

Tabukan Utara, 21 Juli 2025 — Suasana berbeda tampak di SMA Negeri 1 Tabukan Utara, Desa Likuang, Kecamatan Tabukan Utara pada Senin pagi (21/7). Ratusan siswa-siswi kelas X antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan survei yang merupakan bagian dari program Matching Fund_AKSI GERAK (Gerakan Remaja Aktif dan Kreatif), yang diketuai oleh Gracia Ch. Tooy, SKM, M.Kes.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pengembangan diri dan kesehatan reproduksi, serta menjadi bagian dari intervensi pendidikan karakter di era digital. Program ini juga merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah, serta pihak-pihak terkait dalam membina generasi muda di wilayah kepulauan.

Acara dibuka pada pukul 09.00 WITA dan dikemas secara menarik dan interaktif. Hadir sebagai pemateri pertama, tokoh muda inspiratif asal Sangihe, Imel Esia Borang, mahasiswa Information Technology di Chaoyang University of Technology, Taiwan. Ia membawakan materi berjudul “Kenali Diri dan Temukan Mimpi”. Dalam sesinya, Imel mendorong siswa-siswi untuk berani bermimpi besar dan mengenal potensi diri sejak dini.

“Mimpi yang kamu anggap terlalu tinggi, bisa aja karena kamu belum pernah lihat seberapa tinggi kamu bisa berdiri,” ungkap Imel menutup materinya yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.

Materi kedua bertemakan “Sex Education” dibawakan oleh Ns. Jelita S.H. Hinonaung, S.Kep, M.Kep, dosen Program Studi Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar). Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi.

“Remaja usia sampai 21 tahun harus menunda hubungan seksual hingga siap secara fisik dan emosional,” ujar Ns. Jelita dalam penyampaiannya yang lugas namun penuh empati.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Jurusan Kesehatan Polnustar Ns. Christien A. Rambi, S.Kep, M.Kes, sebagai salah satu anggota tim Matching Fund, serta Ns. Melanthon J. Umboh, S.Kep, M.Kes yang bertindak sebagai moderator diskusi. Kegiatan juga dibantu oleh mahasiswa keperawatan Polnustar, termasuk influencer muda Brayen Hariawang yang memberikan motivasi kepada para peserta.

“Fokus pada pendidikan sampai perguruan tinggi agar punya ijazah supaya bisa bekerja. Sekolah bae-bae supaya bisa banggakan orang tua,” pesannya yang disambut senyum penuh harapan dari para siswa.

Program ini juga mendapat dukungan dari pihak BKKBN melalui penyuluh dan koordinator wilayah, Bapak Semuel Sahiu, S.Sos, yang turut serta dalam pelaksanaan survei kepada para remaja sebagai bagian dari upaya peningkatan data dan intervensi kebijakan berbasis bukti.

Kepala SMA Negeri 1 Tabukan Utara, Juinar, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya penyuluhan semacam ini di tengah tantangan era digital yang mempercepat arus informasi, namun belum tentu semuanya baik dan sesuai dengan usia para remaja.

“Kami berterima kasih atas kehadiran tim Matching Fund AKSI GERAK. Materi yang disampaikan sangat penting dan perlu terus digaungkan, karena banyak anak remaja yang belum tahu bagaimana bersikap bijak di era digital,” tutur Juinar.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, program AKSI GERAK diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya remaja-remaja Sangihe yang aktif, kreatif, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Bagikan:

[addtoany]

Tags

Related Post

Leave a Comment

Butuh bantuan?