Pada hari Senin-Kamis, tanggal 16-19 Juni 2025, Program Studi (Prodi) Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) bekerjasama dengan LPK Bestari Nusantara dan Himpunan Perawat Gawat Darurat Bencana (HIPGABI) organisasi di bawah PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) DPW Provinsi Sulawesi Utara mengadakan kegiatan Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).
Tim HIPGABI yang datang dari Manado berjumlah 9 orang, yang dipimpin oleh Ns. Oldy Rembet, S.Kep yang merupakan Sekretaris HIPGABI sekaligus Sekretaris PPNI DPW Provinsi Sulawesi Utara, Ns. Sisko Sipir, S.Kep,.M.Kes, Ns. Mulyadi.,M.Kep.,PhD, Ns. Rahmat Hidayat.,M.Kep, Ns. Richy Sanggel.,M.Kes, Ns. Mark Djojobo, S.Kep, Ns. Julfijai Hasan, S.Kep, dan Ns. Muamar F Adam, S.Kep.
Ketua Panitia BTCLS 2025 Ns. Melanthon J. Umboh, S.Kep, M.Kes melaporkan bahwa tahun ini peserta pelatihan terdiri73 mahasiswa semester 6 program studi Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara.
Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara Bapak Ferdinand Gansalangi, SKM, M.E, M.Kes menyampaikan bahwa ahasiswa keperawatan yang akan menjadi tenaga kesehatan di masa depan perlu dilengkapi dengan keterampilan klinis yang memadai agar dapat memberikan penanganan awal dengan cepat, tepat, dan efektif. Dalam hal ini, pelatihan Dasar Trauma dan Dukungan Hidup Kardiovaskular (BTCLS) memiliki peranan yang sangat penting untuk memperkuat kemampuan mahasiswa keperawatan.
Ketua DPD PPNI Sulawesi Utara Ns. Conny J. Surudani, S.Kep, M.Kes, Ketua Jurusan Kesehatan Ns. Christien A. Rambi, S.Kep, M.Kes dan Ketua Program Studi Keperawatan Ns. Chatrina M. A. Bajak, S.kep, M.A.N juga turut hadir dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan BTCLS.
Materi pembuka pada hari pertama dibawakan oleh Ns. Sisko Sipir S.Kep, M.Kes yaitu Materi Building Learning Commitment. Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga di fokuskan untuk Materi Trauma dan Cardiac. Dan ditutup pada hari keempat dengan Evaluasi, Materi Etik Legal Keperawatan Gawat Darurat dan yudisium.
Ns. Oldy Rembet, S.Kep menyampaikan dalam penutupan kegiatan BTCLS bahwa Pelatihan BTCLS saat ini merupakan salah satu syarat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang perawat jika akan melamar pekerjaan di Rumah Sakit, sehingga dengan begitu perawat yang sudah memiliki sertifikat BTCLS akan lebih membuka peluang untuk diterima di berbagai rumah sakit.
Hasil dari yudisium menelorkan 73 peserta yang semuanya lulus dengan hasil yang sangat baik. Akhirnya, pada hari terakhir penutupan ditutup secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Jefry A. Mandeno, S.Pi, M.Si dengan harapan semoga apa yang didapatkan oleh mahasiswa selama 4 hari pelatihan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari terlebih setelah selesai studi dan berprofesi sebagai perawat profesional









Leave a Comment